Search and Rescue

September 27, 2008 - Leave a Response

Search and Rescue, adalah kegiatan dan usaha mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah-musibah seperti pelayaran, penerbangan, dan bencana. Istilah SAR telah digunakan secara internasional tak heran jika sudah sangat mendunia sehingga menjadi tidak asing bagi orang di belahan dunia manapun tidak terkecuali di Indonesia.

Operasi SAR dilaksanakan tidak hanya pada daerah dengan medan berat seperti di laut, hutan, gurun pasir, tapi juga dilaksanakan di daerah perkotaan. Operasi SAR seharusnya dilakuan oleh personal yang memiliki ketrampilan dan teknik untuk tidak membahayakan tim penolongnya sendiri maupun korbannya. Operasi SAR dilaksanakan terhadap musibah penerbangan seperti pesawat jatuh, mendarat darurat dan lain-lain, sementara pada musibah pelayaran bila terjadi kapal tenggelam, terbakar, tabrakan, kandas dan lain-lain. Demikian juga terhadal adanya musibah lainnya seperti kebakaran, gedung runtuh, kecelakaan kereta api dan lain-lain.

Terhadap musibah bencana alam, operasi SAR merupakan salah satu rangkaian dari siklus penanganan kedaruratan penanggulan bencana alam. Siklus tersebut terdiri dari pencegahan (mitigasi) , kesiagaan (preparedness), tanggap darurat (response) dan pemulihan (recovery), dimana operasi SAR merupakan bagian dari tindakan dalam tanggap darurat.

Di bidang pelayaran dan penerbangan, segala aspek yang melingkupinya termasuk masalah keselamatan dan keadaan bahaya, telah diatur oleh badan internasional IMO dan ICAO melalui konvensi internasional. Sebagai pedoman pelaksanaan operasi SAR, diterbitkan IAMSAR Manual yang merupakan pedoman bagi negara anggotanya dalam pelaksaan operasi SAR untuk pelayaran dan penerbangan. Untuk menyeragamkan tindakan agar dicapai suatu hasil yang maksimal maka digunakan suatu Sistem SAR (SAR Sistem) yang perlu dipahami bagi semua pihak terlibat. Dalam pelaksanaan operasi SAR melibatkan banyak pihak baik dari militer, kepolisian, aparat pemerintah, organisasi masyrakat dan lain-lainnya. Demikian juga sesuai dengan ketentuan IMO dan ICAO setiap negara wajib melaksanakan operasi SAR. Instansi yang bertanggung jawab di bidang SAR berbeda-beda untuk setiap negara sesuai dengan ketentuan berlaku di masing-masing negara, di Indonesia tugas tersebut diemban oleh Badan SAR Nasional (BASARNAS).

SURVIVAL

September 27, 2008 - Leave a Response

Definisi Survival

Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam

S : Sadar dalam keadaan gawat darurat

U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah

R : Rasa takut dan putus asa hilangkan

V : Vitalitas tingkatkan

I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya

V : Variasi alam bisa dimanfaatkan

A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya

L : Lancar, slaman, slumun, slamet

Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival ini, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :

S : Stop & seating / berhenti dan duduklah

T : Thingking / berpikirlah

O : Observe / amati keadaan sekitar

P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan

Mengapa Ada Survival

Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi.
Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :

  • Keadaan alam (cuaca dan medan)
  • Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
  • Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)

Banyaknya kesulitan-kesulitan biasanya timbul akibat
kesalahan-kesalahan kita sendiri.

Kebutuhan survival

Yang harus dipunyai oleh seorang survivor

1. Sikap mental

– Semangat untuk tetap hidup

– Kepercayaan diri

– Akal sehat

– Disiplin dan rencana matang

– Kemampuan belajar dari pengalaman

2. Pengetahuan

– Cara membuat bivak

– Cara memperoleh air

– Cara mendapatkan makanan

– Cara membuat api

– Pengetahuan orientasi medan

– Cara mengatasi gangguan binatang

– Cara mencari pertolongan

3. Pengalaman dan latihan

– Latihan mengidentifikasikan tanaman

– Latihan membuat trap, dll

4. Peralatan

– Kotak survival

– Pisau jungle , dll

5. Kemauan belajar

Langkah yang harus ditempuh bila
saudara atau kelompok anda tersesat :

  • Mengkoordinasi anggota
  • Melakukan pertolongan pertama
  • Melihat kemampuan anggota
  • Mengadakan orientasi medan
  • Mengadakan penjatahan makanan
  • Membuat rencana dan pembagian tugas
  • Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia kuar
  • Membuat jejak dan perhatian
  • Mendapatkan pertolongan

Bahaya-bahaya dalam survival

Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :

1. Ketegangan dan panik

Pencegahan :

– Sering berlatih

– Berpikir positif dan optimis

– Persiapan fisik dan mental

2. Matahari / panas

– Kelelahan panas

– Kejang panas

– Sengatan panas

Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas :

– Penyakit akut/kronis

– Baru sembuh dari penyakit

– Demam

– Baru memperoleh vaksinasi

– Kurang tidur

– Kelelahan

– Terlalu gemuk

– Penyakit kulit yang merata

– Pernah mengalami sengatan udara panas

– Minum alkohol

– Dehidrasi

Pencegahan keadaan panas :

– Aklimitasi

– Persedian air

– Mengurangi aktivitas

– Garam dapur

– Pakaian :

– Longgar

– Lengan panjang

– Celana pendek

– Kaos oblong

3. Serangan penyakit

– Demam

– Disentri

– Typus

– Malaria

4. Kemerosotan mental

Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris

Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah

Keadaan lingkungan mencekam

Pencegahan : Usahakan tenang

Banyak berlatih

5. Bahaya binatang beracun dan berbisa

Keracunan

Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang

mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan.

Penyebab : Makanan dan minuman beracun

Pencegahan : Air garam di minum

Minum air sabun mandi panas

Minum teh pekat

Di tohok anak tekaknya

6. Keletihan amat sangat

Pencegahan : Makan makanan berkalori

Membatasi kegiatan

7. Kelaparan

8. Lecet

9. Kedinginan

Untuk penurunan suhu tubuh < 30ƒ C bisa menyebabkan kematian

Air

Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 ñ 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air.

Air yang tidak perlu dimurnikan :

  1. Hujan

    Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan

  2. Dari tanaman rambat/rotan

    Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut

  3. Dari tanaman

Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut

Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :

  1. Air sungai besar
  2. Air sungai tergenang
  3. Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut)
  4. Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan
  5. Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan

Makanan

Patokan memilih makanan :

  • Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia

  • Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok

  • Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo

  • Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu sesaat. Apabila aman bisa dimakan

  • Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam

Hubungan air dan makanan

  • Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit

  • Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan

  • Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak

Tumbuhan yang dapat dimakan

Dari batangnya :

  • Batang pohon pisang (putihnya)

  • Bambu yang masih muda (rebung)

  • Pakis dalamnya berwarna putih

  • Sagu dalamnya berwarna putih

  • Tebu

Dari daunnya :

  • Selada air

  • Rasamala (yang masih muda)

  • Daun mlinjo

  • Singkong

Akar dan umbinya :

  • Ubi jalar, talas, singkong

Buahnya :

  • Arbei, asam jawa, juwet

Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :

  • Jamur merang, jamur kayu

Ciri-ciri jamur beracun :

  • Mempunyai warna mencolok

  • Baunya tidak sedap

  • Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning

  • Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan

  • Bila diraba mudah hancur

  • Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya

  • Tumbuh dari kotoran hewan

  • Mengeluarkan getah putih

Binatang yang bisa dimakan

  • Belalang

  • Jangkrik

  • Tempayak putih (gendon)

  • Cacing

  • Jenis burung

  • Laron

  • Lebah , larva, madu

  • Siput

  • Kadal : bagian belakang dan ekor

  • Katak hijau

  • Ular : 1/3 bagian tubuh tengahnya

  • Binatang besar lainnya

Binatang yang tidak bisa dimakan

  • Mengandung bisa : lipan dan kalajengking

  • Mengandung racun : penyu laut

  • Mengandung bau yang khas : sigung

Api

Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.

  1. Dengan lensa / Kaca pembesar

    Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.

  2. Gesekan kayu dengan kayu.

    Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar

  3. Busur dan gurdi

Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar.

Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren

Survival Kit

Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan :

  • Perlengkapan memancing

  • Pisau

  • Tali kecil

  • Senter

  • Cermin suryakanta, cermin kecil

  • Peluit

  • Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air

  • Tablet garam, norit

  • Obat-obatan pribadi

  • Jarum + benang + peniti

  • dll

Membaca Jejak

Jenis :

  • Jejak buatan : dibuat oleh manusia

  • Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan

Jejak alami biasanya menyatakan tentang :

  • Jenis binatang yang lewat

  • Arah gerak binatang

  • Besar kecilnya binatang

  • Cepat lambatnya gerak binatang

Membaca jejak alami dapat diketahui dari :

  • Kotoran yang tersisa

  • Pohon atau ranting yang patah

  • Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput

Mengatasi Gangguan Binatang
a. Nyamuk
. Obat nyamuk, autan, dll
• Bunga kluwih dibakar
• Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk
• Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk
b. Laron
• Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan
c. Lebah
Apabila disengat lebah :
• Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali
• Tempelkan tanah basah/liat di atas luka
• Jangan dipijit-pijit
• Tempelkan pecahan genting panas di atas luka
d. Lintah
Apabila digigit lintah :
• Teteskan air tembakau pada lintahnya
• Taburkan garam di atas lintahnya
• Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya
• Taburkan abu rokok di atas lintahnya
e. Semut
• Gosokkan obat gosok pada luka gigitan
• Letakkan cabe merah pada jalan semut
• Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut
f. Kalajengking dan lipan
• Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar
• Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit
• Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka
• Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka
• Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan
g. Ular
ular berbisa antara lain : ular hijau/ ular pucuk,ular bakau, ular tanah, ular sendok, ular
belang, ular cobra dll. Umumnya jenis ular berbisa dapat diketahui dengan melihat bentuk
kepala ( segitiga ) leher relative kecil terdapat lekukan antara mata dan kepala dan hidung,
memiliki gigi bias. Di Indonesia diperkirakan ada 400 jenis ular dan diantara 110 jenis
termasuk jenis berbisa hidup dilaut atau pantai dan didarat sekitar 35 jenis.
Tips !!
- agar tidak dipatuk, HINDARILAH ULAR
- bawa snake bite kit
hal harus diingat !!
- ular takut pada manusia
- belajar mengenali ular didaerah operasi

Membuat Perangkap (Trap)

Macam-macam Perangkap :

  • Perangkap model menggantung

  • Perangkap tali sederhana

  • Perangkap lubang jerat

  • Perangkap menimpa

  • Apace foot share

Bahan :

  • tali/kawat

  • Umpan

  • Batang kayu

  • Cabang pohon

Membuat Bivak (Shelter)

Tujuan : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin

Jenis-jenis Shelter :

  1. Shelter asli alam

    Gua : Bukan tempat persembunyian binatang

    Tidak ada gas beracun

    Tidak mudah longsor

  2. Shelter buatan dari alam
  3. Shelter buatan

Syarat Shelter :

  • Hindari daerah aliran air
  • Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh
  • Bukan sarang nyamuk/serangga
  • Bahan kuat
  • Jangan terlalu merusak alam sekitar
  • Terlindung langsung dari angin

To The Highest Ground

September 17, 2007 - Leave a Response

 

Finally …

I reach the highest ground of Mt. Ungaran. On 2.050 mdpl, I scream “…..”, that’s how I express my deep feeling.

Thank’s God… I stay alive

Welcome to my Green Earth …

September 6, 2007 - 2 Responses

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.